Dengarlah Cinta
apa yang
tejadi dalam hidupku tak ubahnya seperti air di atas daun talas yang memuai di
laut dan menggumpal di awan kemudian jatuh membasuh riuhnya riwayat dunia.
Sepenggal kalimat cinta
mungkin sering kau dengar dan lalu-lalang di kedua telingamu. Janganlah kau
bosan akan hal itu karna kau terlahir untuk dicintai dan aku untuk mencintai.
Kau punya banyak pilihan terhadapku tapi aku tak punya banyak pilihan terhadapmu
selain mencintaimu. Memetik bintang, mengarungi lautan dan membelah bulan apapun
kan dilakukan demi mengutarakan perasaan seseorang, tpi bukan dengan cara
demikian aku mengungkapkan. Realita hidup ini membuatku pesimis karna aku bukan
putra mahkota, keluarga bangsawan ataupun sodagar kaya. Aku hanya pria desa
yang sedang mempersiapkan diri untuk hari esok dan seterusnya. Hampir tak ada
tujuan pasti tapi bukan berarti tanpa berusaha.
Pertama
kali melihatmu (AR) begitu indah dan anggun. Tapi tak sedikitpun terfikir untuk
memilikimu, sadar aku mengerti siapalah diri ini karna aku hanya manusia biasa
yang sedang dilanda asmara. Teruslah tersenyum dan menyapaku! Karna itupun
cukup untuk mengingatmu hingga mimpi di malam nanti. Jujur aku ingin mengenal
lebih dekat denganmu hampir setiap hari aku menunggu momen itu, tapi nampaknya
waktu tak mengizinkanku untuk mendekatimu. Semua wanita menyukai derama cinta
dan berharap itu terjadi dalam hidupnya. Wajar bila kita ingin hidup dengean
nostalgia yang penuh nuansa.
Jangan
dengarkan mereka yang tak suka tapi yakinlah yang terbaik tak pernah banyak
bicara. Jujur ruang lingkup ini membuatku resah tak ingin berkoalisi ataupun
oposisi, kedua-duanya sama sekali bukan pilihan yang baik dan netral pun bukan
pilihan yang baik untuk menyeimbangkan relatationsip. Jadi biarlah waktu yang
mengakhiri ini, tapi rasa cintaku untukmu takan pernah habis meski aku tak ada
disini lagi. Dengarlah cinta aku tak punya rangkaian kata untuk membuatmu
mengerti arti dari sajak ini.
0 komentar:
Posting Komentar